Alqur’an Menjawab Tentang Kepemimpinan

imageSaudaraku, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.
dalam tulisan ini saya akan menjelaskan beberapa alasan mengenai urgensi kepemimpinan :

(1) Bahwa tugas pokok hamba-hamba Allah dalam AlQur’an adalah agar kita mengelola kekayaan Allah SWT di bumi sesuai dengan panduan-Nya. Dan ini adalah tugas Pemimpin.

(2) Bahwa untuk ikut panduan Allah SWT. kita harus beriman kepada-Nya. Maka tidak mungkin seorang yang tidak beriman, mengelola kekayaan Allah sesuai dengan keinginan-Nya.

(3) Definisi Pemimpin dalam pandangan para ulama seperti yang ditegaskan oleh Al Mawardi dalam kitabnya Al Ahkam As Shultahniyah adalah melanjutkan tugas ke-Nabian. Sungguh tidak mungkin orang yang tidak beriman mengemban tugas ini.

(4) Bahwa tugas kepemimpinan bukan saja memberikan solusi kebutuhan jasmani, seperti penyediaan fasilitas tetapi juga harus menyediakan solusi ruhani. Dan ini tidak mungkin kecuali hanya orang yang beriman kepada Allah SWT.

(5) Bahwa tugas pokok seorang pemimpin bukan sekedar memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga memburu keberkahan dari Allah SWT. Maka sungguh keberkahan tidak akan turun kepada tangan pemimpin yang tidak beriman kepada Allah SWT.

DR. Amir Faishol Fath MA

Keuntungan Bersahabat Dengan Alqur’an

image

1. Kita akan selalu merasa bersama Allah. Sebab yang kita baca adalah kalamullah. Maka dengan selalu membaca Al Quran kita akan seperti ngobrol bersama Allah. Karenanya para ulama brkata : man araada an yatakallama maallahi fa alaihi bitilaawatil quraan (siapa yang mau ngobrol dengan Allah maka hendaknya ia membaca Al Quran.

2. Kita tidak akan pernah kesepian. Sebab Al Quran akan selalu menemani kita kapan saja. Membaca Al Quran adalah ibadah yang tidak dibatasi waktu. Maka dengan membaca Al Quran kita akan selalu terhibur. Jauh lebih terhibur dari segala macam hiburan yang sia-sia dan dosa. Bila hiburan yang ada hanya bisa memenuhi kebutuhan syahwat dan nafsu, maka membaca Al Quran adalah hiburan yang memenuhi kebutuhan jiwa dan hati.

3. Membaca Al Quran akan menghidupkan jiwa. Dalam Al Quran jiwa disebut dengan “an Nafs”. Termasuk dimensi jiwa : al aql (akal), alqalbu (hati ) dan asy syu’uur (perasaan). Maka dengan membaca Al Quran ketiga dimensi jiwa tersebut akan hidup seperti pohonan yang disiram air hujan.

4. Al Quran akan menemani pembacanya sampai di alam kubur dan bahkan akhirat. Ia akan mengawal kita layaknya sahabat mengawal sahabatnya. ia akan memberikan pembelaan layaknya pengacara membela terdakwa. Ia akan melayani sahabatnya layaknya kekasih melayani kekasihnya.

5. Pahala membaca Al Quran dihitung perhuruf. Nabi pernah bersabda : kullu harfin hasanah yudhaa af ilaa asyri amtsaaliha (setiap satu huruf satu kebaikan, dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat) dalam riwayat lain : bal ilaa sb’u mi ati dhi’fin (bahkan sampai tujuh ratus kali lipat). Bayangkan seandainya anda membaca satu halamn saja, lalu anda hitung dengan menggunakan kalkulator, sungguh tidak terbayang betapa besarnya pahala yang anda dapatkan.

DR. Amir Faishol Fath MA

Menjalin dakwah dan ukhuwah

Assalamualaikum wrwb

Diberitahukan kepada seluruh pecinta dan aktifis Alqur’an, bahwa mulai bulan ini blog DR. Amir Faishol Fath MA akan aktif kembali, permohonan ‎‎‎‎maaf disampaikan kepada para pengunjung blog ini, kalau ada pesan komentarnya yang belum bisa dibalas, semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita selalu berada dijalan dakwah.

silahkan kunjungi :

Fanpage Facebook : DR. Amir Faishol Fath MA

Twitter : @amirfath

wassalam

Dekati Allah Selalu

Manusia ibarat HP ia harus selalu dekat ke server. Semakin dekat ke server semakin berfunsi HP itu karena sinyalnya semakin kuat. Sama dengan manusia ia harus selalu dekat kepada Allah. Maka semakin dekat kepada Allah ia akan semakin berfungsi sebagai manusia. Sebaliknya semakin jauh dari Allah ia semakin menjauh dari kemanusiaannya dan lama-lama hanya tinggal casingnya manusia tetapi isinya binatang. Inilah yang di maksud dalam firman Allah swt. :

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (7: 179)

Ingat, Semua Kita Pasti Mati

Sadarilah wahai Sahabat

Hidup hanya sekali ini, dan dunia kelak pasti akan Allah hancurkan, karena itu bersiap-siaplah menuju kematian. Tidak ada persiapan yang lebih dari pada amal salih.

Selamat berjuang wahai sahabat

 

Dr. Amir Faishol Fath

Posted in Uncategorized.

Apa Sih Enaknya Dosa

Dr. Amir Faishol Fath

 

Setiap hari kita selalu dihadapkan kepada dua pilihan: berbuat baik atau buruk atau minimal sia-sia. Sebenarnya setiap keburukan atau kesia-siaan adalah dosa. Sebab semua nikmat yang kita dapatkan dari Allah kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Tapi mengapa semakin banyak orang-orang memilih dosa. Mengapa semakin merebak tempat-tempat berbuat dosa. Mengapa semakin disukai acara-acara dosa. Padahal tidak ada dosa yang membawa kebaikan dan kebahagiaan. Di manakah akal sehat yang telah Allah berikan. Atau memang manusia kini lebih suka menjadi gila. Sungguh celaka manusia yang selama hidupnya hanya memilih dosa-dosa.

Wanita Dan Materialisme

 

Dr. Amir Faishol Fath

 

Aku menyaksikan kaum wanita dihina dalam kubangan materialisme. Mereka tidak dianggap manusia. Mereka ditampilkan semata barang dagangan. Keindahan tubuhnya disejajarkan dengan komoditi yang diklankan. Secara fisik dan psokologis mereka diperas habis-habisan. Mereka dipaksa untuk semata melayani kepuasan biologis. Itulah akibatnya ketika manusia tidak punya iman. Rasa malu yang Allah bekalkan dibuang jauh-jauh. Akibatnya mereka melakukan apa saja tanpa merasa malu sedikitpun. Tidak ubahnya seperti binatang bahkan lebih parah lagi. Benar Allah befirman: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai [QS. Al Araf 179].

Tidak bisa ditutupi bahwa kaum wanita yang lemah iman atau tidak punya iman telah banyak menjadi korban dalam putaran roda materilaisme. Kasus-kasus pelecehan seksual terhadap mereka adalah fakta yang tidak bisa dihindari. lebih menyedihkan lagi bahwa kehormatan yang Allah berikan kepadanya tidak dijaga lagi. Semua dianggap barang yang bisa diperjualbelikan. Semua dianggap mainan yang bisa disentuh siapa saja. Semua dianggap tontonan yang boleh dilihat semua orang. Aurat yang oleh Allah dihormati, ternyata diabaikan begtiu saja. Padahal dalam Al Qur’an Allah sangat menekankan pentingnya menutup aurat dengan dengan rapi, tanpa sedikitpun menampak lekuk-lekuk tubuh. Namun tuntunan itu tidak dindahkan. Perhatikan Allah berfirman: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung [QS. An Nur:31]

Apa sebenarnya yang mereka cari? Mencari uang dengan cara menjual kehormatannya? Mencari kepuasan nafsu dengan cara berzina? Supaya dibilang cantik dengan cara mempertontonkan auratnya? Berapa miliar sih dapatnya uang sampai harus memilih dirinya menjadi bahan bakar neraka? Apa arti semua kekayaan itu dibanding siksa neraka yang sangat pedih? Apa kesenangan yang didapatkan ketika kemudian harus menerima adzab Allah yang tak terhingga panasnya? Itulah rahasianya mengapa Allah swt. mengajarkan agar ruhani manusia dihidupkan dengan iman. Sebab tanpa iman manusia akan kering jiwanya dan akan meronta-ronta mengejar segala harapan yang serba materi. Akibatnya ia akan tersiksa, dengan meletakkan dirinya seperti dalam situasi perang tanpa akhir, mengejar keuntungan duniawi dengan segala cara. Tak perduli halal-haram, semua dilakukan, demi kesenangan sasaat. Akibatnya lagi ia tidak akan pernah bahagia di dunia maupun di akhirat. Inilah kesengsaraan abadi. Sengsara di dunia dan sengsara selamanya di akhirat. Na’udzu billahi min dzaalika. Semoga Allah melindungi kita semua dari cengkraman materlisme yang setiap saat menggerogoti iman dan menjauhkan dari Allah swt. Amiin.