Menjalin dakwah dan ukhuwah

Assalamualaikum wrwb

Diberitahukan kepada seluruh pecinta dan aktifis Alqur’an, bahwa mulai bulan ini blog DR. Amir Faishol Fath MA akan aktif kembali, permohonan ‎‎‎‎maaf disampaikan kepada para pengunjung blog ini, kalau ada pesan komentarnya yang belum bisa dibalas, semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita selalu berada dijalan dakwah.

silahkan kunjungi :

Fanpage Facebook : DR. Amir Faishol Fath MA

Twitter : @amirfath

wassalam

Advertisements

Dekati Allah Selalu

Manusia ibarat HP ia harus selalu dekat ke server. Semakin dekat ke server semakin berfunsi HP itu karena sinyalnya semakin kuat. Sama dengan manusia ia harus selalu dekat kepada Allah. Maka semakin dekat kepada Allah ia akan semakin berfungsi sebagai manusia. Sebaliknya semakin jauh dari Allah ia semakin menjauh dari kemanusiaannya dan lama-lama hanya tinggal casingnya manusia tetapi isinya binatang. Inilah yang di maksud dalam firman Allah swt. :

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (7: 179)

Apa Sih Enaknya Dosa

Dr. Amir Faishol Fath

 

Setiap hari kita selalu dihadapkan kepada dua pilihan: berbuat baik atau buruk atau minimal sia-sia. Sebenarnya setiap keburukan atau kesia-siaan adalah dosa. Sebab semua nikmat yang kita dapatkan dari Allah kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Tapi mengapa semakin banyak orang-orang memilih dosa. Mengapa semakin merebak tempat-tempat berbuat dosa. Mengapa semakin disukai acara-acara dosa. Padahal tidak ada dosa yang membawa kebaikan dan kebahagiaan. Di manakah akal sehat yang telah Allah berikan. Atau memang manusia kini lebih suka menjadi gila. Sungguh celaka manusia yang selama hidupnya hanya memilih dosa-dosa.